Buku "Farmakologi Dasar dan Klinik Buku 3 Edisi 8" karya Bertram G. Katzung tersedia dalam bentuk fisik di berbagai perpustakaan di Indonesia, dan informasinya dapat diakses melalui katalog daring (OPAC) masing-masing perpustakaan.
Buku ini terdiri dari 7 BAB yaitu menyajikan materi yang berisi pengantar ilmu biofarmesetika, perjalanan obat daam tubuh, biofarmastetika sediaan nasal,biofarmasetika sedaan sediaan paru, dan lain-;ain yang dibutuhtkan seorang farmasis dalam mempertimbangkan pembuatan sedaan obat agar mencapai sasaran yang diinginkan
Buku ini menyajikan materi yang erisi tentang kinetika metabolit, parameter farmakokinetika, dosis intravena, pemberian obat pada pasien gagal ginjal dan gagal hati
Bab 1 : compounding bentuk sediaan liquid Bab 2 : sirup Bab 3 : elixir Bab 4 : suspensi Bab 5 : emulsi Bab 6 : salep (unguenta) Bab 7 : krim Bab 8 : gel Bab 9 : gargarisma (obat kumur) Bab 10 : pasta
Buku "Mikrobiologi Klinik dan Parasitologi" karya Tatiana Siska Wardani, diterbitkan oleh Pustaka Baru Press (2021/2022), membahas tentang mikroorganisme penyebab infeksi, bakteriologi, mikologi, serta parasit dan inangnya. Buku ini tersedia di beberapa OPAC perpustakaan, seperti Balai Layanan Perpustakaan Pemda DIY, UNHASA, dan Perpustakaan Universitas Peradaban.
Patofisiologi Farmasi adalah studi tentang bagaimana penyakit mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh, khususnya dalam konteks farmasi, yang membantu memahami mekanisme penyakit, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan.
Kosmetologi merupakan bekal mahasiswa untuk mempelajari tentang sediaan farmasi yang sangat penting dipelajari, yang mempelajari tentang bahan yang digunakan, dosis penggunaan, bahan aktif maupun pendukung yang dipergunakan sudah mengikuti kelayakan dan uji evaluasi suatu sediaan kosmetika.
Bab 1 : standarisasi pembuatan obat tradisional Bab 2 : simplisia Bab 3 : standarisasi dan spesifikasi simplisia dan ekstrak Bab 4 : CPOTB Bab 5 : metabolit primer dan metabolit sekunder
Kalian pasti sudah mengetahui sebagai seorang farmasis, yaitu hal-hal yang berhubungan tentang simplisia dan ekstrak. Kedua komponen untuk menjaga mutu dan kualitas dibutuhkan suatu standarisasi baik spesifik, dan non spesifik. Parameter simplisia untuk standarisasi spesifik meliputi organoleptis, kandungan kimia, pola kromatogramnya, sedangkan standarisasi non spesisfik yaitu meliputi cemaran …
Metode analisa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu metode klasik dan modern